Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Asah Kemampuan Lewat Latihan Menembak

Olahraga 23 Aug 2026 04:22 5 min read 3 views By Example: Fauzi

Share berita ini

Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Asah Kemampuan Lewat Latihan Menembak
Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus Putrawan menyempatkan diri melakukan olahraga sekaligus latihan menembak.

Surabaya, Libas Kasus.online – Kesibukan dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum tidak menjadi alasan bagi Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H., untuk mengabaikan pentingnya menjaga kebugaran dan meningkatkan kemampuan diri, Sabtu (22/8/2026).

 

Di sela aktivitasnya yang cukup padat, AKP Adik Agus Putrawan menyempatkan diri melakukan olahraga sekaligus latihan menembak. Bagi dirinya, kegiatan tersebut bukan sekadar aktivitas olahraga, melainkan bagian dari upaya menjaga kesiapan fisik, melatih konsentrasi, serta meningkatkan ketepatan dan kecepatan dalam membidik sasaran.

 

"Latihan menembak tersebut dilakukan di Lapangan Tembak Arjuna Polrestabes Surabaya, yang berada di Jalan Krembangan, Surabaya. Suasana di lokasi tampak cukup ramai. Sejumlah anggota juga terlihat mengikuti latihan olahraga menembak secara bergantian.

 

Dengan mengenakan perlengkapan yang sesuai, AKP Adik Agus Putrawan terlihat serius mengikuti setiap tahapan latihan. Konsentrasi menjadi salah satu hal utama yang diperhatikan sebelum membidik sasaran.

 

Bagi seorang personel kepolisian, kemampuan menembak tentu tidak hanya berbicara mengenai seberapa cepat seseorang menarik pelatuk atau seberapa tepat mengenai sasaran. Di balik itu terdapat aspek kedisiplinan, ketenangan, pengendalian diri, ketelitian, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan.

 

"Setiap tembakan membutuhkan fokus yang baik. Seorang penembak harus mampu mengendalikan gerakan tubuh, menjaga konsentrasi, memperhitungkan sasaran, serta tetap tenang selama proses latihan berlangsung.

 

Hal tersebut dinilai relevan dengan tugas kepolisian yang dalam pelaksanaannya membutuhkan personel dengan kesiapan fisik dan mental. Terlebih, tugas di lapangan terkadang menghadapkan anggota pada situasi yang membutuhkan respons cepat, namun tetap harus dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai ketentuan.

 

"Latihan secara rutin menjadi salah satu cara untuk mempertahankan kemampuan sekaligus mengevaluasi kesiapan diri. Dengan latihan yang dilakukan secara disiplin, kemampuan dapat terus diasah dan kondisi fisik tetap terjaga.

 

Bagi AKP Adik Agus Putrawan, olahraga menembak juga memberikan manfaat tersendiri. Selain membantu menjaga kebugaran, aktivitas tersebut menjadi sarana untuk melatih koordinasi gerak, konsentrasi, serta kecepatan dalam menentukan sasaran.

 

“Saya kini gemar dan menggemari olahraga menembak. Saya ingin melatih kedua lengan tangan sekaligus meningkatkan kelincahan dan kecepatan membidik sasaran dalam waktu yang cepat,” ujar AKP Adik.

 

Menurutnya, olahraga menembak membutuhkan kesabaran dan fokus. Tidak cukup hanya memiliki keberanian, seorang penembak juga dituntut mampu mengendalikan diri agar setiap tindakan dilakukan dengan penuh perhitungan.

 

"Semangat untuk mengasah kemampuan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga profesionalisme. Seorang anggota Polri dituntut tidak hanya mampu menjalankan tugas administratif maupun operasional, tetapi juga harus memiliki kesiapan ketika menghadapi berbagai kondisi di lapangan.

 

Terlebih sebagai Kasat Narkoba, AKP Adik Agus Putrawan memiliki tanggung jawab dalam mendukung upaya kepolisian memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Tugas tersebut membutuhkan ketelitian, stamina, mental yang kuat, serta kemampuan mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.

 

Dalam pelaksanaan tugas pemberantasan narkotika, personel tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis. Integritas, kedisiplinan, ketelitian, kemampuan berkomunikasi, dan pengendalian diri juga menjadi bagian penting yang harus dimiliki.

 

Karena itu, menjaga kebugaran tubuh dan terus meningkatkan kemampuan menjadi investasi penting bagi seorang personel kepolisian. Kondisi fisik yang baik dapat menunjang pelaksanaan tugas, sementara konsentrasi dan ketenangan membantu personel menghadapi tekanan pekerjaan.

 

"Latihan menembak juga menjadi gambaran bagaimana kedisiplinan dibangun melalui proses yang berulang. Setiap latihan membutuhkan kesiapan, kepatuhan terhadap aturan keselamatan, serta kemampuan mengikuti instruksi dengan baik.

 

Tidak kalah penting, olahraga tersebut juga menjadi sarana menjaga keseimbangan di tengah rutinitas pekerjaan. Setelah menjalani aktivitas kedinasan yang padat, olahraga dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga tubuh tetap aktif dan pikiran tetap fokus.

 

"AKP Adik Agus Putrawan tampak menikmati setiap proses latihan. Baginya, meningkatkan kemampuan tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan formal. Kesempatan untuk berolahraga dan berlatih secara rutin juga dapat menjadi bagian dari proses pengembangan diri.

 

Semangat tersebut memperlihatkan bahwa profesionalisme seorang aparat dibangun melalui kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Kemampuan yang dimiliki harus terus dipelihara agar tetap siap ketika dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas.

 

Latihan menembak di Lapangan Tembak Arjuna Polrestabes Surabaya pun menjadi salah satu aktivitas yang memberikan ruang bagi AKP Adik Agus Putrawan untuk mengasah kemampuan sekaligus menjaga kebugaran.

 

"Di tengah tuntutan tugas kepolisian yang semakin kompleks, kesiapan personel menjadi salah satu faktor penting. Fisik yang prima, mental yang kuat, konsentrasi yang terjaga, serta kemampuan mengendalikan diri merupakan modal yang saling berkaitan.

 

Dengan rutin berolahraga dan terus mengasah kemampuan, diharapkan personel kepolisian dapat menjalankan tugas secara lebih optimal. Bukan hanya dalam menghadapi situasi tertentu, tetapi juga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 

"Latihan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga kemampuan diri merupakan bagian dari tanggung jawab profesional. Sebab, kesiapan seorang aparat tidak dibangun secara instan, melainkan melalui latihan, kedisiplinan, pengalaman, dan kemauan untuk terus berkembang.

 

Bagi AKP Adik Agus Putrawan, olahraga menembak menjadi salah satu pilihan untuk menjaga kondisi tubuh sekaligus mempertajam konsentrasi. Aktivitas tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat positif, baik untuk kebugaran pribadi maupun sebagai penunjang kesiapan dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

 

Dengan semangat terus berlatih dan meningkatkan kapasitas diri, profesionalisme diharapkan tidak hanya terlihat dari bagaimana seorang aparat menjalankan tugas, tetapi juga dari kesungguhannya dalam mempersiapkan diri agar selalu berada dalam kondisi siap, tenang, disiplin, dan bertanggung jawab.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

LIBAS KASUS